MEMORIKU

November 12, 2008 at 1:59 am 12 komentar

Inilah tugas yang diminta guruku: berhubung aku bingung mau posting apa ditambah lagi banyak tugas dan ulangan jadi aku tuliskan ini :

Aku terbangun dari tidurku yang benar – benar lelap. Entah sudah berapa jam aku tertidur. Semalam aku membaca novel karya Andrea Hirata dengan judul Laskar Pelangi. Benar – benar novel yang menarik. Aku tertarik membacanya sampai aku tidak menyadari kalau hari sudah benar – benar menjadi larut. Jam bekerku bukan jam beker yang biasa dimiliki teman – temanku yang berbunyi kring, tit tit atau mungkin jam beker yang berbunyi suara adzan yang pernah aku jadikan kado ulang tahun untuk temanku. Jam bekerku, menurutku bersuara lebih merdu dari yang lain. Yaitu suara ibuku yang berteriak – teriak menyuruhku bangun. Yah, itulah suara yang hampir setiap hari membangunkanku. Jam sudah menunjukkan pukul 06.30 pagi. Aku punya kebiasaan tidur setelah sholat Subuh dan sering kelewatan tidurnya. Hari ini adalah hari Sabtu. Hari bagi siswa SMAN 11 untuk melepaskan penat dari pelajaran sekolah yang kadang membuat pusing dan system fullday sekolah. Hari Sabtu biasanya digunakan untuk kegiatan ekskul. Yah, kegiatan yang tidak membuang terlalu banyak pikiran dan bersifat menyenangkan walaupun aku yang mengikuti ekskul SKI terkadang sebal dengan sifat kakak kelas pada saat diskusi yang terlalu memutar – mutarkan jawaban kami. Tapi lepas dari semua itu. Terdapat kepuasan dan kekesalan sendiri bagi kita yang akhirnya menetahui jawaban tersebut. Kepuasannya adalah kita dapat mengetahui jawaban yang sebenarnya dan tidak lagi berputar – putar dalam soal. Sedangkan untuk kekesalannya adalah pada saat kita mengetahui kalau jawaban yang kita sampaikan itu benar dan hanya diputar – putarkan oleh si Empunya diskusi.
Aku menatap kamarku yang bisa dibilang sungguh luar biasa berantakan. Buku, baju, kertas berserakan dimana – mana. Meja belajar juga penuh oleh bermacam – macam barang mulai dari accessories yang entah kenapa aku letakkan disitu sampai sebuah pigura yang menampilkan fotoku sedang tersenyum. Di dinding di atas meja belajar terpampang jadwal – jadwal pelajaran mulai aku SMP sampai sekarang juga terdapat poster besar dari idolaku yaitu Frank Lampard, pemain bernomor punggung 8 di Chelsea dan di Three Lion atau Inggris. Aku sangat mengagumi cara bermainnya. Rak diatas ranjangku pun tidak kalah berantakan. Novel Laskar Pelangi terletak ditengah – dari puluhan komik – komik yang aku koleksi maupun yang aku pinjam dari teman. Aku membereskan kamarku sebentar walaupun sebenarnya hanya membereskan sprei kasur yang berantakan karena waktu tidak akan mencukupi kalau aku benar – benar membersihkan kamarku yang luar biasa berantakan. Aku menyambar handuk mandiku dan bergegas menuju kamar mandi lalu mandi dengan cepat. Setelah selesai mandi aku memasuki kamar lagi dan berganti baju. Aku menatap lagi novel Laskar Pelangi yang baru aku pinjam dari temanku bernama Estu. Novel tersebuit mengingatkan aku pada masa laluku. Yah, tepatnya mungkin saat aku masih duduk di bangku TK.
Saat itu aku masih tinggal di rumahku yang lama yang tidak jauh dari rumahku yang baru. Seingatku, aku baru menempati rumahku yang baru pada saat aku kelas 5 SD. Rumahku yang sekarang bisa dibilang masih sepi. Tetamnggaku hanya tiga keluarga. Tapi terdapat beberapa rumah kost – kostan yang dikelola keluargaku. Yah mungkin tetanggaku yang lain adalah jangkrik – jangkrik yang selalu berbunyi tiap malam. Kembali lagi pada memoriku pada saat TK. Aku memiliki seorang teman dari kecil yang bisa dibilang sangat sesuai denganku. Namanya adalah Mala Familia Anastasya Anggraeni. Nama dadanya di sekolah sih hanya berisi Mala Familia saja tapi yang membuat aku kaget adalah nama pada kartu untuk ujian Nasionalnya. Namanya benar – benar ditulis lengkap. Yah, aku yang memang sudah mengenal Mala dari kecil dapat menghafal nama tersebut dengan benar. Mala adalah sahabat yang bisa dibilang paling dekat denganku. Barang – barang kami mulai dari kecil hingga sekarang banyak sekali yang sama. Mulai dari hal – hal sepele seperti accessories sampai sepeda dan gaya rambut kami juga sama. Tapi sekarang kami tumbuh menjadi pribadi yang berbeda. Mala memilih memotong rambutnya pendek sekali seperti seorang laki – laki menurutku. Berbeda dengan aku yang memilih rambut panjang.
Kembali pada memoriku waktu itu. Aku teringat pada sebuah kejadian saat aku masih TK yang melibatkan beberapa sahabatku di masa kecil. Tapi aku tidak sepenuhnya mengingat kejadian ini.
Pada saat itu , aku lupa kapan tanggal hari bulan dan tahunnya. Waktu itu masjid yang sekarang menjadi tempat berinadah warga di kampung kecil kami ini masih dalam tahap pembangunan. Waktu itu, para kuli bangunan sedang libur dan tidak dating untuk membangun masjid tersebut. Aku bersama Mala, Gunadi, Ayu, Jum dan Klara. Gunadi adalah seorang anak yang perawakannya kurus dan berkulit hitam. Jum sendiri adalah karakter yang aku sendiri susah menggambarkannya, dia satu tahun lebih tua dari aku. Ayu adalah seseorang yang memiliki sifat cerewet dan dia satu tahun lebih muda dari aku. Sedangkan Klara adalah karakter yang manja. Tubuhnya bisa dibilang cukup gendut.
Kami mulai memasuki bangunan yang nantinya akan dijadikan sebuah tempat beribadah tersebut. Di sekeliling kami masih sangat kotor. Terdapat beberapa tumpuk semen putih, semen biasa dan pasir yang menggunung. Ada 2 ruangan di dalam bangunan tersebut. Di dalamnya tersimpan alat – alat dan bahan – bahan yang dibutuhkan untuk para pekerja. Klara membawa masuk sepedanya dan menaruhnya di sudut bangunan tersebut. Kami mulai merencanakan permainan apa yang akan kita mainkan. Akhirnya kami memilih untuk bermain ibu tiri dan ibu kandung. Permainan ini mungkin lebih pantas disebut drama. Tapi drama acak – acakan karena kami yang memerankannya tidak memakai dialog dan kami hanya murid TK. Saat itu kami terobsesi oleh sebuah cerita rakyat yang berjudul Bawang Merah Bawang Putih yang pasti hamper semua orang di daerah Surabaya mengenal cerita tersebut.
Ceritanya adalah mengenai beberapa anak yang ditanggal mati oleh ibunya. Dan ayahnya menikah lagi dengan ibu yang baru yang biasa disebut ibu tiri. Ibu tiri memiliki satu orang anak yang mendukung sifat jahatnya. Ibu tiri bermaksud meracuni anak – anak yang mewarisi harta ayahnya sehingga harta yang dimiliki suaminya hanya jartuh di tangannya. Dalam drama ini, kami membuat kalau karakter ayah sedang keluar kota. Ternyata setelah hompimpa ditentukan bahwa aku menjadi ibu tiri dan Ayu menjadi anak kandungku. Sedangkan untuk karakter anak kandung dimainkan oleh Ayu. Haah, menyebalkan sekali kenapa aku menjadi karakter antagonis yang pada saat itu aku menyebutnya sebagi “wong jahat” atau orang jahat karena aku masih belum mengenal karakter antagonis ata protagonis.
Sang ibu tiri nanti akan mengirimkan susu yang berisi racun kepada anak tirinya. Untuk ibu tiri dan anak kandungnya berada di ruang yang ada di pojok kanan bangunan. Sedangkan untuk anak – anak tirinya berada di pojok kiri ruangan.
Aku dan Ayu mulai membuat susu yang dibuat dari semen putih. Dan mengaduk susu dan air tersebut dengan potongan – potongan kecil yang ada di bangunan tersebut. Setelah memastikan kalau susu buatan tersebut sudah jadi, aku membawa susu buatan tersebut ke tempat anak – anak tiri yang ada di kamar sebelah kiri. Kamar tersebut tertutup. Aku mengetuk pintu tersebut. Sementara Ayu masih ada di ruangan tempat kami berada tadi.
Yang membuka kamar tersebut adalah Klara. Klara tidak mau menerima susu buatan tersebut dan membuangnya. Setelah itu, dia menutup pintu tersebut keras – keras. Aku akhirnya kembali ke ruanganku dan membuat lagi ramuan susu yang aneh itu. Untuk gula dan racunnya aku menambahkan pasir.
Belum sempat aku menyelesaikan membuat susu buatan tersebut, anak – anak yang ada di ruangan di sebelah kiri tadi menjerit – jerit dengan keras memanggil namaku dan Ayu. “Diya , Diya” atau “Ayu, Ayu” begitu teriaknya. Aku yang memang di rumah dipanggil Diya pergi ke tempat mereka. Aku bertanya pada mereka dengan menggunakan logat Jawa. “Ono opo?”, tanyaku. “Lawange kekancing” jawab salah satu dari temanku.
Salah satu dari temanku mengatakan kalau ruangan yang mereka tempati terkunci. Aku langsung kaget mendengarnya. Ternyata saking kerasnya Klara menutup pintu tersebut, mereka sampai terkunci di ruangan tersebut. Aku tertawa tapi juga merasa kasihan pada teman – temanku. Aku bingung harus melakukan apa. Akhirnya tanpa pikir panjang aku pun langsung berlari menuju rumah, sementara Ayu juga berlari ke rumah orang tuanya dan memnggil ibunya. Ibuku yang akhirnya mengerti bahasa anaknya yang sedang terbata – bata ini karena memang sangat kebingungan akhirnya memanggil tetangg untuk menolong teman – temanku. Para warga akhirnya berkumpul. Bahkan hamper semua warga di RT kami ikut kebingungan dengan tragedi ini.
Akhirnya seorang tetanggaku yang biasa aku panggil Cak Solikin datang untuk membantu. Cak Solikin membawa tangga dan menaruhnya di depan pintu tersebut. Anak – anak yang ada di dalam diminta memanjat. Dan keluar melalui lubang sebagai tempat ventilasi. Setelah dua anak keluar. Klara berteriak – teriak “sepedaku – sepedaku”. Dia memaksa untuk mengeluarkan sepedanya yang ternyata pada saat kami menjalankan drama yang acak – acakan tadi dimasukkan ke dalam ruang tersebut. Dia tetap ngotot untuk mengeluarkan sepedanya. Akhirnya sepeda itu dinaikkan. Entah bagaimana cara menaikannya aku sudah lupa mengenai hal ini. Untungnya lubang ventilasi tersebut cukup besar. Dan sepeda Klara yang memang berukuran mini karena kami semua saat itu masih TK dapat dikeluarkan. Benar – benar kerja keras yang luar biasa. Setelah semua keluar kami bisa menarik napas lega yang tertinggal hanyalah nasehat – nasehat dari warga yang hadir disitu. Klara dan Mala masih menangis.
Beberapa saat kemudian karena pintunya memang benar – benar sudah tidak bisa dibuka akhirnya dilepas dari dinding. Cara ini tidak sempat terpikir karena tadi anak – anak yang ada di dalamnya sudah menangis sejadi – jadinya. Setelah dilepas, ternyata ada beberapa goresan – goresan di pintu tersebut. Mala menjelaskan kalau pada saat itu. Dia dan teman – teman yang lain saat menunggu bantuan benar – benar panik. Gunadi mngambil sebuah sekop dan mengarahkannya ke pintu sambil berteriak “Bismillahirrohmanirrohim”. Aku tertawa mendengarnya.
Apa yang kami lakukan saat itu memang salah karena kami bermain di tempat yang tidak seharusnya. Aku tebangun dari lamunanku dan berngkat sekolah untuk mengikuti ekskul.

Entry filed under: aPa zaH laHh. Tags: .

SaHabaT aMa saHabAt seJatI, beDanyA aPa SiHh??? NiCkeLodeoN LaUwaNd aniMe

12 Komentar Add your own

  • 1. Didta  |  November 12, 2008 pukul 10:35 am

    Salam kenal m(_ _)m

  • 2. Didta  |  November 12, 2008 pukul 10:36 am

    Wah, pertamaxxx!

  • 3. Nafi' Abdul Hakim  |  November 20, 2008 pukul 7:12 am

    panjang banget Nad….
    ini kan yang disuruh buat cerpen kan..???
    ma BUTEK…..

    yup

  • 4. estu  |  November 20, 2008 pukul 7:18 am

    ya ela nad ada ada aja

  • 5. nadiea  |  November 20, 2008 pukul 7:23 am

    @ didta : lam kenal juja
    @ nafi’ : taw ae Pi…
    @ estu : abiz bingung mw post apa

  • 6. agunk agriza  |  November 21, 2008 pukul 10:47 am

    wow . panjang bgt postingannya. hhi

    salam kenal

  • 7. venusv3  |  November 21, 2008 pukul 4:41 pm

    postingan or cerpan tuch nad??
    Sering buka blog qw yach!!

  • 8. anderwedz  |  November 24, 2008 pukul 2:18 pm

    Kenangan masa kecil ya Nad ??

  • 9. liecha  |  November 25, 2008 pukul 1:03 pm

    waduh… panjang…

  • 10. vivi  |  November 26, 2008 pukul 2:07 am

    nad, u kan udah posting cerpen mu lain kali novelmu ja sekalian biar tambah banyak.

  • 11. RIZKI.ARIS.SHANDI  |  November 26, 2008 pukul 12:00 pm

    paaaaaaannnnnjaaaaaaaaaaangggg

    bgt dhek ceritanya??????????

    ampe pusing bacanya???????

    masih i9ngat ma kakak kan????

    gmana ma kabarnya ne????

    nhe kak aris tha?

  • 12. nadiea  |  November 28, 2008 pukul 8:42 am

    @ cmwah: emang panjaaang cz tgz dr b teky..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


mEngHituNg HaRi

November 2008
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Pengumuman

”Bang

aRsipP

peNoNtonN

  • 13,574 hits

%d blogger menyukai ini: